Vitamin Anak

Nutrisi atau sering disebut juga zat gizi. Nutrisi sangat penting pada tahap perkembangan anak. Zat gizi digolongkan menjadi 2 jenis yaitu makro dan mikro. Zat gizi makro seperti karbohidrat, protein, lemak, dan serat adalah zat gizi yang paling diperhatikan oleh para orangtua. Sedangkan zat gizi mikro juga tidak kalah penting bagi anak, seperti vitamin. Untuk itu, ayo kita cari tahu seberapa penting fungsi vitamin pada anak-anak? Dan apa saja tanda dan gejala kekurangan vitamin pada anak?

Vitamin Anak

Apa manfaat vitamin untuk tumbuh kembang anak?

Vitamin adalah sekelompok senyawa organik amina yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, khususnya pada anak-anak dalam masa perkembangannya. Vitamin idn poker online memiliki berbagai manfaat, antara lain:

  • Memperkuat sistem kekebalan atau imun tubuh.
  • Mendukung perkembangan anak.
  • Mendukung berbagai fungsi sel dan organ tubuh.

Kekurangan asupan vitamin pada anak dapat menghambat proses tumbuh kembangnya, serta dapat mengganggu fungsi tubuhnya. Jadi, Mommy sudah tahukan seberapa penting peran vitamin pada si kecil. Penuhilah asupan vitamin untuk anak Anda dengan berbagai makanan yang kaya akan vitamin.

Gejala kekurangan vitamin pada anak

Macam-macam jenis vitamin seperti vitamin A, D, E, dan K. Berikut ini adalah tanda dan gejala umum akibat kekurangan asupan vitamin, seperti:

  • Vitamin A

Vitamin A penting untuk menjaga kesehatan mata anak, mencegah infeksi, menjaga kesehatan kulit, sistem saraf, otak, tulang, dan gigi. Anak yang kekurangan asupan vitamin A berisiko mengalami masalah penglihatan, seperti rabun senja, dan hal terburuknya dapat mengalami penurunan fungsi kornea yang menyebabkan kebutaan.

Gejala jika kekurangan asupan vitamin A, seperti:

  • Kulit dan mata kering.
  • Kesulitan melihat pada malam hari dan tempat gelap.
  • Masalah pada saluran pernapasan.
  • Waktu penyembuhan luka lambat.

Vitamin A dapat Anda peroleh dari sumber hewani seperti telur, susu, keju, margarin, minyak ikan, hati sapi, dan ikan. Sedangkan sumber nabati dapat diperoleh dari wortel, tomat, daun kemangi, bayam, daun papaya, dan lainnya.

  • Vitamin D

Vitamin D baik dalam menjaga kesehatan tulang dan gigi, memperkuat sistem kekebalan tubuh, serta menjaga kesehatan jantung dan paru-paru. Anak yang kekurangan vitamin D rentan mengalami kejang otot, dan kerusakan gigi serta rakitis yang dapat menyebabkan tulang menjadi lunak dan mudah bengkok. Hal ini terkadang membuat tulang kaki berubah bentuk menjadi huruf O atau X.

Gejala jika kekurangan asupan vitamin D, seperti:

  • Rentan terserang infeksi pernapasan.
  • Rambut rontok.
  • Pertumbuhan gigi lambat.
  • Timbul rasa sakit dan kelemahan pada otot kaki.
  • Tulang tengkorak dan kaki lunak, sehingga tampak melengkung.
  • Kejang otot.
  • Kesulitan bernapas.

Makanan yang kaya akan vitamin D seperti, kuning telur, margarin, minyak ikan, susu, keju, ikan salmon, minyak jagung, jamur, ikan tuna, dan lainnya. Vitamin D juga dapat diperoleh dari sinar matahari. Seringlah mengajak si kecil berjemur dan bermain di luar rumah saat pagi dan sore hari.

  • Vitamin E

Asupan vitamin E berfungsi sebagai antioksidan yang melindungi dari serangan radikal bebas. Radikal bebas dapat menyebabkan terkena penyakit berbahaya, seperti kanker. Kurangnya asupan vitamin E pada anak dapat mengakibatkan gangguan saraf (neurological) dan retina mata.

Baca Juga : Terapkan Tips Sehat Ini Agar Badan Tetap Bugar Bebas Penyakit

Gejala yang dialami anak yang kekurangan asupan vitamin E, seperti kelemahan otot, masalah penglihatan dan sistem kekebalan tubuh yang melemah. Asupan vitamin E dapat diperoleh dari kacang-kacangan, minyak sayur, tomat, brokoli, minyak zaitun, kentang, bayam, dan jagung.

  • Vitamin K

Vitamin K berperan dalam proses pembekuan darah. Anak-anak khususnya bayi lebih sering kekurangan vitamin K dibandingkan orang dewasa. Dikarenakan orang dewasa memperoleh asupan vitamin K dari makanan yang dikonsumsi setiap harinya. Sedangkan pada bayi tergolong rendah memperoleh asupan vitamin K, sehingga menyebabkan fungsi tubuh tidak bekerja optimal untuk membekukan darah, dan dapat meningkatkan risiko pendarahan.

Gejala anak yang kekurangan asupan vitamin K, seperti:

  • Kulit mudah memar.
  • Muncul gumpalan darah di bawah kuku.
  • Tinja berwarna hitam gelap, terkadang mengandung darah.

Jika dialami bayi, akan menimbulkan gejala seperti:

  • Pendarahan di area tali pusar dilepas.
  • Pendarahan di kulit, hidung, dan saluran pencernaan.
  • Pendarahan pada otak yang berisiko kematian.
  • Warna kulit yang pucat.
  • Menguningnya bagian putih mata.

Makanan yang mengandung vitamin K seperti, bayam, brokoli, seledri, wortel, apel, alpukat, pisang, kiwi, dan jeruk, serta sumber hewani seperti ayam, hati, dan daging sapi. Dokter terkadang akan menyarankan pemberian suplemen vitamin K (Phytonadione) untuk memenuhi asupannya.

Oleh karena itu, para orangtua penting sekali memperhatikan asupan vitamin pada anak-anak, khususnya bayi. Anda juga perlu mempelajari tanda dan gejala akibat kekurangan vitamin pada anak untuk mengetahui langkah yang harus dilakukan untuk memenuhi asupan vitamin.